(VOVworld) – Sejak dulu hingga sekarang, sulit dihitung ada berapa karya sastra tentang kota Hanoi. Hanya dalam Festival buku musim rontok 2014 yang diadakan pada awal Oktober ini, angka tersebut telah meningkat menjadi ratusan buku yang isinya menunjukkan kecintaan kepada kota Hanoi yang diciptakan oleh para penyair dan pengarang.

Pengarang Do Phan telah menciptakan 13 judul buku yang terdiri novel dan prosa seperti misalnya “Hujan di sungai yang berpepanjangan”, “Kota Hanoi tidak ada salju”, “Hutan orang” dan lain-lain tentang tema kota Hanoi. Dia menulis tentang kota Hanoi secara sangat pandai sehingga dalam setiap kisah walaupun tidak ada katapun yang bicara tentang kota Hanoi, tapi para pembaca tetap merasakan setiap nafasnya kota dengan sejarah yang sudah berusia seribu tahun.

Kota Hanoi juga selalu menjadi memori bagi orang-orang yang hidup jauh dari kampung halaman. Pengarang Le Minh Ha, seorang diaspora Vietnam di Jerman juga menciptakan karya-karya yang isinya menimbulkan nostalgia tentang satu kota Hanoi yang masih terukir untuk selama-lamanya dalam hati orang yang hidup jauh. 24 cerita pendek dalam kumpulan cerita “Pertemuan-pertemuan di luar dugaan” ciptaan Le Minh Ha bisa dianggap sebagai panorama yang sempurna dan hidup-hidup tentang satu kota Hanoi yang sedang berkembang. Pengarang Le Minh Ha mengatakan: “Saya telah banyak bepergian dan banyak menulis, tapi hal yang saya ingin bicarakan dan ingin tulis tetap tentang kota Hanoi. Hal yang mau saya bicarakan tentang satu kota Hanoi yang sepenuhnya tidak seperti dewasa ini. Kota yang tidak hiruk pikuk dan tidak padat manusia seperti dewasa ini. Ketika berjalan kaki di jalan-jalan dewasa ini, saya merasa menyesal tentang satu periode dimana di setiap sudut jalan, orang bisa merasakan bau harumnya daritaman di dalam kota. Impian itu tidak realis lagi karena kehidupan tetap mengalir. Akan tetapi, saya percaya bahwa ia akan terus terbentuk sehingga sampai sesuatu waktu ia kembali menjadi satu kota Hanoi meskipun sudah tidak bisa mirip lagi seperti kota Hanoi dulu, tapi akan menjadi satu kota Hanoi yang akan Kalian ingat untuk selama-lamanya seperti generasi kami telah ingat akan satu kota Hanoi pada periode kami”.
Telah ada banyak karya, tidak terhitung sajak, prosa, cerita dan novel dari penyair Vu Quan Phuong, pengarang Do Phan dan Le Minh Ha maupun satu generasi pengarang periode buka pintu dewasa ini telah mengambil ilham dari kota Hanoi. Karya-karya itu mempesonakan hati orang, membuat para pembaca lebih mengerti dan lebih mencintai satu kota Hanoi masa lampau dan masa kini yang modern dan yang lama saling berkaitan dan mengalir tidak henti-hentinya dalam kehidupan sehari-hari./.
Vietnamese
中文
日本語
한국어
Français
Русский
Deutsch
Español
Bahasa Indonesia
ไทย
ພາສາລາວ
ខ្មែរ