(VOVworld) – Lukisan rakyat Kim Hoang adalah nama satu jenis lukisan rakyat yang berkembang cukup kuat dari abab ke-XVIII sampai abad ke-XIX di desa Kim Hoang, kecamatan Van Canh, kabupaten Hoai Duc, kota Hanoi. Tema dalam lukisan rakyat Kim Hoang diambil dari kehidupan yang bersahaja, sederhana dan beken dari kaum tani daerah dataran rendah Bac Bo (Vietnam Utara) maka mudah memasuki hati orang. Citra dalam setiap lukisan ini ialah kerbau, sapi, babi, ayam, kehidupan daerah pedesaan, Hari Raya Tet, dewa Tu Di Gong dan dewa Zao Jun.

Dulu, untuk adanya lukisan dengan fundasinya berwana merah, pembuat lukisan Kim Hoang senantiasa menggunakan papan ukiran dari kayu nangka, magnolia dengan ukiran-ukiran yang halus dan teknik cetak yang pandai. Warga di desa menceritakan kembali bahwa pada tahun-tahun awal abad ke-XX lalu, setelah panenan pada Oktober setiap tahun, ketika cuara menjadi sedikit dingin, itulah waktu bagi warga desa Kim Hoang untuk membuat lukisan ini. Lukisan rakyat Kim Hoang walaupun garis lukisannya kanak-kanakan tapi sangat hidup-hidup. Ibu Nguyen Thi Thu Hoa, kolektor lukisan rakyat memberitahukan: “Lukisan rakyat Kim Hoang asal dari satu desa di peluaran kota, maka ia hanya mengabdi lapisan rakyat pekerja, oleh karena itu, hal ini juga berpengaruh terhadap warga dalam lukisan, garis-garis lukisannya sangat naif. Bagi para pekerja, ketika Hari Raya Tet tiba, mereka selalu membeli sajak-sajak berpasangan dan lukisan berwarna merah dengan harapan adanya kemujuran bagi semua orang. Warna lukisan rakyat Kim Hoang juga alami”.
Di lukisan rakyat Kim Hoang tidak hanya ada gambar saja, tapi juga ada sajak-sajak dalam aksara Han yang ditulis di sudut kiri lukisan. Sajak dan gambar yang dimanifestasikan dalam satu lukisan sehingga menciptakan satu keharmonisan yang ketat. Adanya hal ini, karena para artisan tidak hanya fasih aksara Han saja, tapi juga harus memiliki pengetahuan tertentu untuk bisa memanifestasikan kepandaiannya di atas lukisan dan ini merupakan ciri yang menciptakan perbedaan bagi jenis lukisan rakyat Kim Hoang.
Lukisan rakyat Kim Hoang indah seperti itu, tapi hingga saat ini, hanya ada sedikit jumlah keluarga yang masih menyimpan papan cetaknya dan sangat sedikit orang yang membuat jenis lukisan ini. Ibu Nguyen Thi Thu Hoa, kolektor lukisan rakyat memberitahukan bahwa pada tahun 1915 terjadi bencana banjir hebat, tanggul Lien Mac patah sehingga menghilangkan banyak papan cetak dari desa Kim Hoang. Kemudian, karena mengalami gagal panen, mengalami kelaparan dan peperangan, jenis lukisan rakyat Kim Hoang sudah punah. Sekarang ini, ibu Nguyen Thi Thu Hoa memiliki 60 lukisan rakyat Kim Hoang dan telah berhasil merevitalisasi 20 lukisan lain. Dia mengatakan: “Bagian-bagian dari lukisan rakyat Kim Hoang sangat indah, ada gambar orang yang sedang bergulat dan lain-lain, akan tetapi, untuk merevitalisasi lukisan rakyat Kim Hoang tidak bisa dalam waktu pendek. Pada Hari Raya Tahun Baru Tradisional Imlek (Hari Raya Tet) ini, saya akan menjual dua desain lukisan babi dan ayam dari jenis lukisan rakyat Kim Hoang. Itu adalah dua desain yang indah dan laris dijual”.
Merevitalisasi kejuruan yang pernah mencemerlangkan satu desa merupakan harapan dari tidak sedikit penggemar lukisan rakyat, khususnya bagi warga desa lukisan rakyat Kim Hoang. Karena sudah ada satu waktu, dimana lukisan rakyat Kim Hoang merupakan santapan rokhani dari warga daerah Doai dan daerah dataran rendah Bac Bo. Pada Hari Raya Tet setiap tahun, warga biasanya membeli lukisan untuk menghiasi rumah. Dulu, keluarga manapun yang memasang lukisan rakyat Kim Hoang merasa bangga dan mereka senantiasa menikmati musim Semi dengan lukisan-lukisan.
Vietnamese
中文
日本語
한국어
Français
Русский
Deutsch
Español
Bahasa Indonesia
ไทย
ພາສາລາວ
ខ្មែរ