Saudara Luong Van Quynh (kanan), Direktur Koperasi Buah-buahan Muong Sang, sedang merawat kebun plum. (Foto: Thu Thuy/VOV)
Salah satu cara efektif yang diterapkan oleh provinsi Sơn La untuk mendorong pengembangan ekonomi pertanian ialah mendorong pembentukan koperasi-koperasi pertanian, secara bertahap mengembangkan pertanian ke arah yang modern, dan berskala besar; menggencarkan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi tinggi dan maju dalam produksi, menciptakan terobosan di bidang pertanian. Saudara Luong Van Quynh, Ketua Koperasi Buah-buahan Muong Sang, Provinsi Son La, mengatakan:

“Koperasi kami didirikan pada tahun 2017, awalnya berangotakan 14 orang saja, tapi sekarang telah bertambah menjadi 30 anggota. Sebelumnya, ketika koperasi belum didirikan, masyarakat bercocok tanam secara kecil-kecilan, sehingga tidak ada konektivitas dalam hal teknik perawatan tanaman maupun dalam mencari pasar untuk produk. Setelah koperasi didirikan, kami berhubung satu sama lain, bersama-sama mencaritahu dan meningkatkan pengalaman dalam merawat tanaman agar lebih efektif, serta menjalin konektivitas dengan lebih banyak pasar”.

Sungai Ma merupakan ibu kota buah lengkeng di provinsi Son La, dengan luas lebih dari 7.600 hektar. (Foto: Thu Thuy/VOV)

Hingga bulan Juni 2025, seluruh provinsi Son La memiliki lebih dari 900 koperasi yang sedang beroperasi, di antaranya hampir 650 koperasi pertanian, yang mencakup lebih dari 70%. Selain itu, terdapat 6 federasi koperasi yang juga beroperasi di bidang pertanian. Selama ini, banyak koperasi pertanian di Provinsi Son La telah beralih dari pola tradisional ke pola koperasi gaya baru dan berkonektivitas erat dengan badan usaha, petani dan pasar. Bapak Dinh Cao Khue, Ketua Dewan Manajemen Perusahaan Ekspor Pangan Dong Giao, Provisni Son La, mengatakan:

“Kami melakukan konektivitas dalam berbagai bentuk, pada pokoknya fokus pada koperasi-koperasi produksi pertanian dan koperasi-koperasi tipe baru. Di atas dasar itu, kami membentuk kawasan-kawasan bahan baku utama, menjamin kepentingan yang seimbang bagi para petani, koperasi, dan badan uasha”.

Saat ini, sebagian besar koperasi pertanian di Provinsi Son La telah menerapkan sains teknologi, berproduksi sesuai dengan standar VietGAP dan GlobalGAP; membangun kode wilayah tanam;… dan lain-lain. Banyak pola produksi telah memberikan hasil ekonomi yang tinggi, dengan pendapatan senilai miliaran VND per hektare per tahun, seperti: buah plum, alpukat, kesemek renyah, dan buah-buahan sitrus..

Seluruh provinsi kini memiliki lebih dari 20.000 hektare tanaman buah-buahan yang diproduksi sesuai proses aman, dan banyak wilayah tanaman telah diberikan kode wilayah untuk ekspor ke pasar-pasar yang menuntut kualitas tinggi, seperti: Tiongkok, Amerika Serikat, Jepang, dan Republik Korea. Bapak Tran Van Ngoc, Direktur Koperasi Layanan Pertanian Hung Loc di Desa Chieng Khuong, salah satu wilayah penanaman buah kelengkeng terbesar di provinsi Son La, mengatakan:

“Provinsi telah memberikan pelatihan kepada koperasi-koperasi, dari proses perawatan dan siklus penerapan sains teknik untuk merangsang untuk berbunga”Setelah itu, koperasi-koperasi menyosialisasikannya kepada masyarakat. Dari situ, ada konektivitas dan koordinasi antara masyarakat dan koperasi, sehingga merek AQAkelengkeng Song Ma memiliki kualitas yang unggul. Provinsi juga telah membantu para petani dalam memperbarui teknologi pengolahan yang ramah lingkungan (tidak berbahaya), sehingga produk longan kering menjadi sangat populer dan banyak diekspor ke berbagai negara karena kualitasnya terjamin”.

Dengan produksi tahunan sekitar 380.000 ton, Son La saat ini merupakan daerah penghasil buah terbesar di wilayah utara dan terbesar kedua di seluruh Vietnam. (Foto: Thu Thuy/VOV)

Dalam beberapa tahun terakhir, Provinsi Son La terus mempertahankan posisi sebagai lumbung buah terbesar di Vietnam Utara, dan menempati peringkat kedua secara nasional, dinilai sebagai sebuah “fenomena ekonomi pertanian” di seluruh negeri. Bapak Nguyen Thanh Cong, Wakil Ketua Komite Rakyat Provinsi Son La, memberitahukan bahwa dengan mengembangkan hasil-hasil yang telah dicapai, saat ini daerah tersebut terus fokus melakukan restrukturisasi sektor-sektor yang berkaitan dengan pembaruan pola pertumbuhan. Provinsi ini berupaya agar total produk domestik sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan pada tahun 2025 akan mencapai lebih dari 8.870 miliar VNA (lebih dari 3,38 juta USD), meningkat 4,9% dibandingkan dengan tahun 2024.

“Pada tahun 2025, provinsi Son La membangun 28 jatah sosial- ekonomi, di antaranya target untuk bidang pertanian sangat jelas. Saat ini, provinsi memiliki 308 rantai produksi pertanian aman, dan berupaya mencapai 350 rantai; memiliki 213 kode wilayah tanam, berupaya meningkat menjadi 300 kode; memiliki 204 produk OCOP, maka berupaya mencapai sekitar 250 produk dalam program “Satu Kecamatan, Satu Produk”(OCOP). Sudah ada 9 kawasan pertanian yang menetapkan teknologi tinggi, dan berupaya akan meningkat menjadi 15 kawasan. Dari 84.000 hektare tanaman buah, provinsi berupaya mengorganisasi setidaknya 60% dari total lahan tersebut ke dalam pola produksi berskala besar dan ramah lingkungan. Bersamaan dengan itu, menyelesaikan Proyek Pengembangan Son La menjadi Pusat Pengolahan produk pertanian di daerah lereng gunung dan pegunungan utara Vietnam”.

Pada waktu mendatang, Provinsi Son La akan terus fokus mengembangkan pertanian menurut arah penerapan teknologi tinggi, pertanian bersih, dan pertanian organik, yang berkaitan dengan transformasi digital dalam produksi, pengolahan, dan pemasaran produk. Provinsi juga akan memperkuat pembinaan dan pengembangan merek produk pertanian Son La, memperluas pasar konsumsi, mendorong promosi dagang melalui platform e-commerce, menuju ke ekspor yang berkelanjutan.

Selain itu, berbagai kebijakan dukungan yang terkait modal, sains teknologi dan lahan akan terus diterapkan guna memacu badan usaha, koperasi dan petani untuk lebih berani berinvestasi dalam pengembangan produksi pertanian, melalui itu turut menyelesaikan target pertumbuhan produk domestik regional (GRDP) sebesar 8% pada tahun 2025, sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan./.