Lo Thi Bao Vy – orang pertama dari etnis O Du yang mencalonkan diri sebagai anggota MN (Foto: Disediakan oleh narasumber) |
Lo Thi Bao Vy adalah anak sulung dalam keluarga dengan empat bersaudara di Dusun Vang Mon, Kecamatan Nga My, Provinsi Nghe An. Ia tumbuh dalam keluarga petani dengan kondisi ekonomi yang sulit. Sejak kecil, ia telah menyadari bahwa pendidikan adalah jalan untuk mengubah kehidupan. Berkat kerja keras orang tuanya serta kebijakan dukungan dari Negara, keempat bersaudara tersebut semuanya dapat bersekolah. Lo Thi Bao Vy bersama tiga adiknya belajar di sekolah berasrama. Mereka mendapat bidaya pendidikan gratis dari Negara, beban ekonomi keluarganya pun menjadi lebih ringan.
“Berkat perhatian dari Negara, saya dan tiga adik saya dapat belajar di sekolah berasrama untuk siswa etnis minoritas. Menyadari hal itu, keempat saudara kami berusaha belajar”.
Bao Vy juga merupakan salah satu dari 7 kandidat perempuan termuda untuk MN di seluruh negeri. (Foto: Disediakan oleh narasumber) |
Setelah tamas sekolah menengah atas, Lo Thi Bao Vy diterima di jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar di Universitas Vinh. Setelah lulus, ia mulai bekerja di Sekolah Dasar Quynh Lap A (Kecamatan Tan Mai, Provinsi Nghe An). Menjadi guru bukan hanya karena kecintaannya pada anak-anak, tetapi juga sebagai cara untuk melanjutkan mimpi ibunya yang belum sempat terwujud.
“Ibu saya dahulu pernah menerima surat penerimaan universitas, tetapi karena kondisi ekonomi keluarga yang sulit, ibu tidak dapat melanjutkan pendidikan. Oleh karena itu, saya ingin menjadi seorang guru untuk melanjutkan mimpi itu dan membantu anak-anak berkesempatan belajar dengan lebih baik”.
Saat masih menjadi mahasiswa, Lo Thi Bao Vy aktif berpartisipasi pada berbagai klub dan tim relawan mahasiswa. Saat ini, ia menjabat sebagai Duta dari proyek “Học cùng em” (Belajar bersama kamu). Proyek ini berfokus membantu siswa yang kurang mampu di Provinsi Nghe An melalui penyaluran bantuan buku, alat tulis, pakaian, serta beasiswa. Ibu guru Vi Thanh Dao, dari cabang sekolah Nam Tot, Sekolah Dasar Tri Le, Kecamatan Que Phong, Provinsi Nghe An, mengatakan:
“Atas nama pihak sekolah, saya mengucapkan terima kasih kepada Bu guru dan para dermawan. Mereka telah memberikan banyak hadiah yang bermakna untuk para siswa di cabang sekolah Nam Tot”.
Saat ini, Bao Vy adalah guru di Sekolah Dasar Quynh Lap A (Kecamatan Tan An, Provinsi Nghe An). (Foto: Disediakan oleh narasumber) |
Sebagai seorang guru muda, ia selalu berusaha menciptakan suasana kelas yang aktif dengan menggunakan contoh-contoh yang dekat dengan kehidupan dalam pembelajaran, serta membangun “sekolah yang bahagia”.
“Saya selalu berusaha memperbarui metode pengajaran agar materi pelajaran terasa lebih relevan bagi para siswa. Saya juga menyelipkan kisah-kisah kehidupan sehari-hari serta budaya setempat ke dalam pembelajaran. Bagi saya, hal yang paling penting adalah menumbuhkan rasa cinta belajar dalam diri siswa”.
Bagi Ibu guru Lo Thi Bao Vy, pencalonan sebagai anggota Majelis Nasional bukanlah sebuah beban atau tekanan, melainkan dorongan untuk terus mengembangkan diri., Terlebih lagi, ini merupakan suatu kehormatan besar baginya untuk mewakili masyarakat etnis minoritas O Du dalam menyampaikan suara serta aspirasi mereka.
“Saya memutuskan untuk mencalonkan diri dengan harapan dapat lebih berkontribusi bagi masyarakat. Menyaksikan langsung berbagai kesulitan dalam aspek kehidupan dan pendidikan, pengalaman-pengalaman tersebut memotivasi saya bersuara segabai seorang guru muda, sekaligus putra daerah dari pemukiman etnis minoritas agar lebih didengar di tingkat nasional”.
Selama bertahun-tahun terakhir, Bao Vy telah aktif berpartisipasi dalam berbagai kegiatan sukarela agar anak-anak di daerah pegunungan memiliki kondisi belajar yang lebih baik. (Foto: Disediakan oleh narasumber) |
Jika terpilih sebagai anggota Majelis Nasional, guru muda berusia 24 tahun tersebut berjanji akan memprioritaskan beberapa isu, seperti: memperkuat kebijakan bagi masyarakat di daerah terdampak bencana alam; meningkatkan investasi pada fasilitas sekolah, khususnya di daerah terpencil dan daerah pelosok; serta mengoptimalkan kebijakan pendidikan yang berfokus pada bantuan bagi siswa kurang mampu dan siswa etnis minoritas.
Vietnamese
中文
日本語
한국어
Français
Русский
Deutsch
Español
Bahasa Indonesia
ไทย
ພາສາລາວ
ខ្មែរ



