Di tengah konteks dunia yang memasuki tahapan kompetisi teknologi sengit yang belum pernah terjadi sebelumnya pengembangan teknologi strategis bukan sekadar tren, tetapi bertujuan menangani persoalan konkret di Vietnam yaitu meningkatkan produktivitas, mengurangi ketergantungan pada pihak luar, meningkatkan daya adaptasi terhadap gejolak dan menuju pola pertumbuhan yang lebih berkesinambungan.
Panorama sidang virtual antara Badan Pengarah Pemerintah urusan pengembangan sains-teknologi, inovasi kreatif dan transformasi digital dengan 34 provinsi dan kota (Foto: Duong Giang/VNA) |
Mengejar, Mendampingi dan Melampaui
Selama beberapa waktu terakhir, Vietnam telah mencapai beberapa prestasi awaldalam mengembangkan teknologi strategis seperti: Infrastruktur digital pendukung transformasi digital yang berkembang pesat Penerapan teknologi yang tersebar di seluruh lapisan masyarakat, partisipasi awal dalam rantai teknologi tinggi (elektronik, dan semikonduktor), Pembentukan ekosistem inovasi kreatif; peningkatan kualitas Sumber daya manusia di bidang teknologi, perbaikan Status hukum dan kebijakan secara bertahap.
Tetapi, untuk beralih dari sekadar penerapan menuju penguasaan teknologi, serta dari pemprosesan menuju penciptaan nilai kreatif agar dapat memimpin di beberapa sektor, Vietnam harus melesat kuat seperti yang ditekankan Wakil Perdana Menteri (PM) Nguyen Chi Dung:
“Untuk mencapai terobosan harus berdasarkan pada pengetahuan, teknologi, talenta, dan lembaga-lembaga pelopor. Yang lebih penting lagi, harus secara proaktif menunjukkan kemampuannya untuk berpartisipasi dalam semua tahapan rantai nilai global, menguasai beberapa standar internasional, terlibat secara mendalam dalam rantai nilai, berintegrasi dengan bahasa teknologi global. Vietnam perlu bergerak lebih cepat, lebih tegas, dan lebih berani. Artinya, Vietnam harus memacu diri untuk mempersempit kesenjangan dengan dunia, secara bertahap mengikuti prinsip yaitu mengejar, bergerak maju bersama, dan melampaui.”
Resolusi Politbiro nomor 57 dan beberapa Undang-Undang (UU) yang penting seperti UU mengenai Sains-Teknologi; UU mengenai Teknologi Tinggi; UU mengenai Transfer Teknologi; UU mengenai Hak Kekayaan Intelektual, UU mengenai Keselamatan Informasi Siber dll telah menciptakan payung hukum bersama untuk mendorong pengembangan teknologi strategis di Vietnam. Vietnam juga membentuk Badan Pengarah Pemerintah urusan pengembangan sains-teknologi, inovasi kreatif dan transformasi yang langsung dibimbing oleh Perdana Menteri (PM).
PM Pham Minh Chinh menyampaikan pidato di depan rapat tersebut (Foto: Duong Giang/VNA) |
Dalam rapat virtual Badan Pengarah dengan 34 provinsi dan kota pada 28 Maret di Kota Hanoi, PM Pham Minh Chinh menekankan bahwa pengembangan teknologi strategis merupakan tugas politik bagi Vietnam.
“Membentuk mekanisme membimbing dan menyelenggarakan secara terpadu di tingkat Pemerintah untuk menggelar program pengembangan teknologi strategis perlu ditinjau, dan disempurnakan untuk disampaikan kepada PM Pemerintah, agar segera selesai pada April. Selain itu direkomendasikan pembentukan Kelompok kerja Pemerintah urusan pengembangan teknologi strategis yang dipimpin seorang Wakil PM. Pengembangan teknologi strategis harus bertolak dari kenyataan, dan tuntutan pengembangan tanah air”.
Pendekatan Substansial
Teknologi digital, termasuk kecerdasan buatan (AI), data besar, komputasi awan menjadi fondasi untuk meningkatkan efisiensi manajemen dan produksi. Teknologi energi, khususnya energi terbarukan dan cadangan perlistrikan memainkan peranan utama dalam memastikan ketahanan energi. Teknologi produksi seperti otomatisasi, robot atau partisipasi pada rantai nilai semikonduktor meningkatkan kemampuan industri. Sementara itu, bio-teknologi membuka ranah besar bagi pertanian dan kesehatan.
Oleh karena itu, arah pengembangan teknologi strategis bagi Vietnam saat ini yaitu menjadikan pelaku usaha sebagai sentral. Mengaitkan teknologi dengan persoalan-persoalan konret perekonomian dan memanfaatkan kerja sama internasional untuk mempersempit kesenjangan. Khususnya, faktor pendidikan manusia, sumber daya manusia harus didepankan. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Komite Sentral Partai Komunis Vietnam (KS PKV), To Lam ketika mengunjungi dan melakukan temu kerja dengan Akademi Teknik Militer pada 17 Maret menegaskan:
“Memperbarui secara kuat isu dan program pendidikan menurut arah yang modern, praktis dan terkoneksi, dikaitkan erat dengan kenyataan dan perkembangan sains-teknologi serta memperkuat integrasi internasional. Khususnya, terus memperluas model pendidikan dengan kualitas tinggi, mendidik talenta di semua tingkatan di sektor teknologi baru, teknologi mendasar, teknologi utama, dan teknologi strategis, guna menguasai beberapa teknologi maju dan modern”.
Pengembangan teknologi strategis menjadi tuntutan niscaya bagi Vietnam pada tahapan sekarang. Ini adalah kunci bagi Vietnam untuk beralih dari ekonomi pemprosesan ke ekonomi kreatif dan menjadi lebih mandiri di era baru.
Vietnamese
中文
日本語
한국어
Français
Русский
Deutsch
Español
Bahasa Indonesia
ไทย
ພາສາລາວ
ខ្មែរ

