Pada pekan lalu, dari Lombok, saudara Saeful Fahmi mengirim 4 surat dengan laporan hasil pemantauan siaran pada tgl 03 dan 05 Juli di frekuensi 12020 Khz dan 9840 Khz dengan SINPO 54455 dan 44444. Dari pulau Kalimantan, saudara Rudy Hartono dan Thedja Haryanto mengirim laporan hasil pemantauan siaran radio dari tgl 07 hingga tgl 15 Juli dengan SINPO 44444 dan 54544. Di samping laporan hasil pemantauan siaran radio yang dikirim oleh para pendengar di negeri ribuan pulau, kami juga menerima laporan hasil pemantauan siaran radio dari saudara Anand Mohan, Majimuddin, Bidhan Chandra Sanyal, Shivendu Paul di India, saudara Ding Lu di Tiongkok, saudara Muhammad Aqeel Bashir di Pakistan dan banyak pendengar yang lain. Sangat gembira, laporan-laporan hasil pemantuan siaran radio tersebut juga mencerminkan kualitas gelombang yang sangat stabil di dua frekuensi 12020 Khz dan 9840 Khz.

Upacara pencanangan penghapusan rumah sementara dan rumah bobrok (Foto: baochinhphu.vn)

Para pendengar yang budiman, ketika mengomentari artikel dengan judul “Penghapusan rumah sementara dan rumah bobrok: Kemanusiaan dari Negara demi rakyat”, saudara Subryarno Triyanbo menulis: “Semoga sukses penghapusan rumah bobrok di Vietnam, saya suka mendengarkannya”. Sementara itu, saudara Eddy Setiawan menyatakan kekagumannya : “Salut pada Vietnam yang mempunyai program penghapusan rumah bobrok bagi seluruh warga”.

Di samping itu, artikel-artikel yang memperkenalkan berbagai desa kerajinan dan cara pelestarian kerajinan tradisional juga menyerap perhatian banyak pendengar di Indonesia. Setelah membacakan artikel dengan judul: “Arahan baru dari Desa kerajinan membordir Minh Lang”, saudara Nano Sa mengomentari: “Kerajinan membordir di Desa Minh Lang harus dilestarikan”. Saudari Yuyu Wahyuni memberitahukan: “Pelestarian dan pengembangan kerajinan tradisional memerlukan upaya-upaya dari para seniman sekaligus kekompakan dari badan usaha dalam mencari pangsa pasar bagi produk. Pengalaman yang sangat dipelajari”. Sementara itu, dalam surat yang dikirim kepada kami, saudari Liana Safitri berbagi: “Senang sekali mendengar liputan tentang Desa Mingla dengan kerajinan bordir baju dan topi. Ada ribuan pengrajin bordir yang dulu hanya diperuntukkan bagi keluarga kerajaan”.

Kami juga menerima surat saudara Muhammad Aqueel Bashir di Pakistan yang memberitahukan bahwa dia telah membaca Sekretaris Jenderal (Sekjen) Komite Sentral Partai Komunis Vietnam (KS PKV), To Lam mengunjungi Pusat Perawatan Prajurit Disabilitas Thuan Thanh, Provinsi Bac Ninh. Semua pembagian Pak Sekjen tentang moral “minum air, ingat pada asal-usulnya” atau “membalas budi” sangat mendalam. Hal itu menunjukkan bahwa Vietnam menghargai orang-orang yang telah gugur demi tanah air. Dia juga menyatakan bahwa cara membalas budi masa lampau itu merupakan pembelajaran pengalaman besar bagi bangsa-bangsa lain.

Pada pekan lalu, saudara Sunu Budihardjo mengirim kepada kami program siaran radio hasil karya para mahasiswa dan mahasiswi Fakultas Bisnis dan Ilmu Sosial, Program Studi Komunikasi, Jurusan Broadcasting, Universitas Dian Nusantara, Indonesia sebagai hadiah ulang tahun kepada Program Siaran Bahasa Indonesia (VOV5 Indonesia). Dalam program siaran tersebut, para mahasiswi telah menjelmakan para penyiar VOV5 Indonesia di studio untuk memperkenalkan sejarah, peranan dan tugas program serta wawancarai para pendengar.

Dengan durasi selama 17 menit lebih dengan citra-citra ilustrasi yang realistik, para “penyiar mahasiswi” menyatakan gaya MC yang lembut. Dan juga sangat tertarik ketika dapat mendengarkan program siaran yang dilaksanakan oleh para mahasiswa di bawah petunjuk dosennya yang adalah pendengar setia dari VOV5 Indonesia, Pak Sunu Budihardjo. Oleh karena itu, hampir semua informasi sangat akurat, tapi di bawah sudut pandang yang berbeda. Silakan para pendengar simak acara ini.