Kapal tanker minyak Callisto berlabuh sementara lalu lintas melalui Selat Hormuz dibatasi, di lepas pantai Muscat, Oman, 10 Maret 2026. (Foto: REUTERS/Benoit Tessier)

Pelonggaran sanksi ini memungkinkan Iran untuk menjual 140 juta barel minyak mentah dan produk-produk minyak bumi lainnya yang telah dimuat sebelum 20 Maret. Keputusan tersebut berlaku hingga 19 April. Namun, langkah ini tidak berlaku terhadap pengiriman yang ditujukan ke Kuba, Republik Demokratik Rakyat Korea, atau wilayah Ukraina yang dikontrol Rusia.

Dalam pernyataannya, Menteri Keuangan AS, Scott Bessent mengatakan bahwa ini merupakan langkah yang terbatas dan sementara. Namun, setelah pernyataan Bessent, Iran mengatakan tidak memiliki surplus minyak mentah untuk memasok pasar internasional.

Pada hari yang sama, kantor berita CNN mengutip kata-kata para pejabat intelijen dan pemerintah AS bahwa negara tersebut sedang berupaya keras mencegah penutupan Selat Hormuz selama berbulan-bulan. Para pejabat AS secara diam-diam mengakui bahwa pembukaan kembali jalur pelayaran vital ini merupakan masalah tanpa solusi yang jelas.