Viet Nam mencapai banyak kemajuan dalam melaksanakan hak anak-anak (Foto: VNA) |
Viet Nam merupakan negara pertama di Asia dan negara ke-2 di dunia yang meratifikasi Konvensi PBB tentang Hak Anak-Anak (Februari 1990). Semua komitmen politik serta kepemimpinan kuat yang dilakukan oleh Negara Viet Nam dalam melaksanakan hak anak-anak telah turut memperbaiki kehidupan jutaan anak-anak. Semakin ada banyak anak yang dilindungi oleh hukum, dapat hidup, dirawat kesehatannya dan belajar pengetahuan dan kepandaian yang perlu sejak tingkat taman kanak-kanak dan mendapat prioritas menikmati kebijakan kesejahteraan.
Melindungi anak-anak dalam pandemi Covid-19
Pedoman aksi dalam mencegah dan memberantas wabah Covid-19 dari Pemerintah Viet Nam ialah “Tidak ada siapapun yang ditinggalkan di belakang”, dan anak-anak merupakan obyek yang mendapat perhatian, prioritas dan perawatan istimewa.
Dari pertengahan bulan Maret 2020, jumlah orang yang diisolasi di pusat-pusat isolasi yang terkonsentrasi semakin meningkat, di antaranya ada perempuan hamil dan anak-anak. Kementerian Tenaga Kerja, Prajurit Penyandang Disabilitas dan Sosial Viet Nam berkoordinasi dengan Dana Anak-Anak PBB (UNICEF) di Viet Nam dan beberapa lembaga swadaya masyarakat internasional yang beraktivitas demi hak anak-anak telah cepat menyusun berbagai dokumen bimbingan tentang keselamatan dan perlindungan anak-anak di pusat-pusat isolasi yang terkonsentrasi. Isi dokumen ini disusun secara ringkas, dirancang secara hidup-hidup dan akrab. Di samping itu, barisan pelayan di basis-basis isolasi juga melaksanakan dengan baik tanggung-jawabnya untuk memenuhi kebutuhan istimewa dari anak-anak seperti mengolah porsi-porsi makanan tersendiri untuk anak-anak atau membantu menyelenggarakan peringatan hari lahirnya anak-anak ketika sedang diisolasi. Untuk mencegah penularan terhadap anak-anak, Direktorat urusan Anak-Anak dan Dinas Tenaga Kerja, Prajurit Penyandang Disabilitas dan Sosial berbagai provinsi dan kota juga memperkuat langkah-langkah mencegah dan memberantas wabah Covid-19 yang bersangkutan dengan basis-basis pemasok jasa perlindungan anak-anak, basis perawatan anak-anak dan menjamin keselamatan anak-anak ketika adanya wabah di daerah.
Pada latar belakang anak-anak tidak bersekolah dan pelaksanaan pembatasan sosial, Viet Nam juga menggelarkan satu kampanye komunikasi online supaya bisa dengan tepat waktu membimbing pemecahan masalah-masalah yang dihadapi anak-anak, orang tuanya dan guru serta masalah-masalah gangguan trauma psikologi dan dampak-dampak yang tidak diinginkan lainnya karena pembatasan sosial terhadap anak-anak dan prapemuda.
Tantangan-tantangan dan tindakan
Viet Nam telah mencapai banyak kemajuan penting dalam melaksanakan hak anak-anak, khususnya mengkodifikasikan semua klausul dan prinsip Konvensi ke dalam semua undang-undang, kebijakan dan program nasional. Terhitung hingga kini, Viet Nam telah memberlakukan banyak naska hukum penting yang menentukan hak anak-anak, yang patut diperhatikan ialah “Undang-Undang tentang Wajib Pendidikan Tingkat Dasar” dan “Undang-Undang tentang Perlindungan, Perawatan dan Pendidikan Anak-Anak”. Pada tahun 2016, Undang-Undang tentang Anak-Anak lahir untuk menambah ketentuan-ketentuan baru guna memecahkan berbagai problematik di praktek kehidupan dalam melaksanakan hak anak-anak, menjaminnya sesuai dengan syarat sosial-ekonomi, menerima secara selektif pengalaman legislasi dari negara-negara lain dalam membuat dan menyempurnakan hukum guna menjamin hak anak-anak, khususnya perlindungan anak-anak dan integrasi internasional.
Akan tetapi, semua perubahan di seluruh dunia seperti perkembangan teknologi digital, perubahan lingkungan hidup dan migrasi yang besar-besaran sedang mengedepankan tantangan-tantangan baru dalam menjamin pelaksanaan secara lengkap semua hak anak-anak. Revolusi Industri 4.0, perkembangan internet dan medsos di satu segi menciptakan lingkungan bagi anak-anak untuk mengembangkan kearifan dan komunikasi sosial yang lebih cepat, tapi juga sekaligus meningkatkan bahaya-bahaya terpengaruh oleh informasi yang jelek, beracun dan kurang standar, menderita kekerasan dan pelecehan melalui lingkungan siber. Anak-anak juga merupakan oyek yang menderita pengaruh yang pertama dan berjangka-panjang akibat perubahan iklim, bencana alam, lingkungan yang keras dan kemerosotan sumber daya alam.
Pada latar belakang itu, Pemerintah Viet Nam selalu menjunjung tinggi hak anak-anak dan melakukan program-program aksi konkret, misalnya menaruh perhatian khusus terhadap masalah menjamin keselamatan anak-anak di ruang siber, membina program-program pemeriksaan sendiri untuk Viet Nam di semua aplikasi siber. Viet Nam juga sedang menggelarkan “Rencana aksi nasional tentang pencegahan dan penanggulangan kekerasan dan pelecehan terhadap anak-anak tahap 2020-2025”. Sistim perundang-undangan Viet Nam tentang perlindungan, perawatan dan pendidikan untuk anak-anak juga selangkah demi selangkah lebih disempurnakan dan diharmoniskan dengan Konvensi PBB tentang Hak Anak-Anak, menciptakan dasar-dasar hukum dan kebijakan yang perlu dalam melaksanakan hak anak-anak di Viet Nam. Melindungi, merawat dan mendidik anak-anak merupakan garis politik konsekuen dari Negara Viet Nam, merupakan tugas yang punya arti penting istimewa dalam strategi pengembangan sumber daya manusia.
Vietnamese
中文
日本語
한국어
Français
Русский
Deutsch
Español
Bahasa Indonesia
ไทย
ພາສາລາວ
ខ្មែរ
