Event tersebut diselenggarakan oleh Radio Televisi Nasional Mongolia dengan kehadiran sekitar 300 utusan asal 65 negara, memusatkan tema: tanggung jawab penting dari komunikasi dalam melestarikan warisan budaya dan nasional. Delegasi Radio Suara Vietnam (VOV) dikepalai oleh Nguyen Van Chi, Wakil Sekretaris Spesialis dari Komite Partai VOV telah menghadiri event tersebut.
Delegasi VOV berfoto bersama dengan Ibu Gerel Gankhuyay, Direktur Jenderal Radio-Televisi Mongolia (yang lima dari kanan) (Foto: VOV) |
Di depan event ini, Wakil Ketua ABU, Inoue Tatsuhiko menekankan bahwa dengan penerapan teknologi baru dan semua sumbangsih dari radio-televisi, kantor pers bisa meningkatkan kepercayaan para penggemar dan menyelesaikan misi khusus terhadap masyarakat. Kawasan Asia-Pasifik menjadi rumah dari keanekaragaman keunikan tentang budaya dan tradisi. Misi dan prinsip kegiatan dari ABU ialah mengkonektivitaskan semua keunggulan yang kaya-raya dari radio anggotanya dalam rumah bersama dan menciptakan “kesatuan di tengah keanekaragaman”.
Dalam rangka sidang umum ABU (11-15 September), berlangsung banyak kegiatan yang kaya-raya, di antaranya ada Forum Pemimpin Komunikasi dan sesi-sesi diskusi untuk berbagi pengalaman dalam beradaptasi dengan perubahan teknologi, pandangan tentang penyusunan isi siaran yang turut mengkonservasikan kebudayaan. Khususunya pada Minggu malam (14 September), waktu lokal, berlangsung upacara pemberitaan penghargaan ABU. VOV ada dua karya yang lolos masuk ke babak final Penghargaan ABU 2025.
Vietnamese
中文
日本語
한국어
Français
Русский
Deutsch
Español
Bahasa Indonesia
ไทย
ພາສາລາວ
ខ្មែរ
