Pengumuman mengenai izin melintas bagi kapal-kapal pengangkut bantuan kemanusiaan internasional tersebut disampaikan oleh Duta Besar (Dubes) Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Ali Bahreini pada Jumat malam 27 Maret. Langkah ini mencerminkan komitmen Iran untuk mendukung semua upaya kemanusiaan dan memastikan bahwa barang-barang penting dapat diterima kepada penerima strategis tanpa penundaan.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Duta Besar Iran hanya beberapa jam setelah Korps Revolusioner Islam Iran (IRGC) mengeluarkan pernyataan yang menegaskan bahwa Selat Hormuz tetap diblokade dan semua kegiatan mobilitas melalui Selat ini akan menghadapi tindakan-tindakan keras.

Pada hari yang sama, Perserikatan Bangsa-Bangsa menyatakan telah membentuk kelompok gugus untuk menciptakan mekanisme baru bagi Selat Hormuz. Mekanisme ini bertujuan untuk memfasilitasi perdagangan pupuk dan pengangkutan bahan baku terkait guna mengurangi dampak-dampak kemanusiaan akibat perang Iran.