“Seluruh rakyat Vietnam bangkit untuk berikan sumbangan dalam satu hari/Bersumpah untuk korbankan diri dengan tekad berjuang demi masa depan.” Anda sedang mendengarkan lagu dengan tajuk “Tanggal Sembilan Belas Bulan Agustus” karya almarhum Xuan Oanh. Saat hidupnya ia bercerita bahwa “Tanggal Sembilan Belas Bulan Agustus” merupakan hasil pemberontakan dan gerakan perjuangan rakyat serta ungkapan perasaan ketika baru mendapatkan kebebasan. Begitu selesai diciptakan, lagu tersebut segera diudarakan melalui 5 pintu gerbang Ibukota Ha Noi ke telinga seluruh rakyat di segala penjuru Vietnam. Melodi yang heroik dan gembira diibaratkan sebagai perekat yang mempererat berbagai lapisan rakyat, menciptakan kekuatan besar untuk mengganyang belenggu perbudakan. Lagu ini juga menjadi simbol kesinergian, kesatuan, dan tekad yang gigih dari puluhan juta masyarakat Vietnam, menciptakan kebanggaan, dan membuat Vietnam menjadi cemerlang.
Di antara lagu-lagu yang bergema pada hari-hari di bulan Agustus yang bersejarah, tidak boleh kita lewatkan lagu “Suara Imbauan kepada Kaum Pemuda” ciptaan Luu Huu Phuoc. Lagu ini seperti imbauan yang menggelora bagi generasi muda saat itu. Hingga sekarang lagu ini tetap relevan bagi kaum pemuda dan siswa Vietnam.
“Para siswa berdirilah untuk tanggapi seruan sungai dan gunung/Bersatu hati pergi bersama, membuka jalan/Tanah air lalu, diwariskan dari generasi ke generasi, janganlah lupa/ Bersatulah saudaraku di Vietnam Utara dan Vietnam Selatan.”
Walaupun diciptakan di Provinsi Phu Tho – satu provinsi di daerah lereng gunung – namun lagu yang berjudul: “Ba Dinh Penuh dengan Sinar Matahari” ciptaan komponis Bui Cong Ky dengan lirik puisi ciptaan Vu Hoang Dich ini secara diam-diam telah menyebar dan menjadi lagu wajib di setiap peringatan Revolusi Agustus. Diciptakan pada tahun 1947 – dua tahun setelah Paman Ho membacakan Proklamasi Kemerdekaan yang melahirkan Negara Republik Demokratik Vietnam – sekarang Negara Republik Sosialis Vietnam – lagu tersebut telah mendapat sambutan hangat. Lagu ini tidak hanya mengungkapkan perasaan yang mendalam sang komponis terhadap detik-detik yang suci ketika bangsa Vietnam “singkirkan lumpur untuk berdiri dengan kecemerlangan”, melainkan juga merupakan hasrat dan kebanggaan tentang satu zaman baru – Zaman Ho Chi Minh. Yang lebih khusus lagi, sang komponis telah menyelipkan citra Paman Ho dengan kata-kata sederhana yang mengharukan, namun bermakna teramat besar, “Dapatkah kau mendengar jelas semua apa yang aku katakan?”
Anda baru saja menikmati lagu “Ba Dinh Penuh dengan Sinar Matahari” ciptaan Bui Cong Ky dan dibawakan Quang Tho. Dengan terdengarnya lagu tersebut berakhirlah Acara Musik Vietnam hari ini. Sampai jumpa. Salam musik.
Vietnamese
中文
日本語
한국어
Français
Русский
Deutsch
Español
Bahasa Indonesia
ไทย
ພາສາລາວ
ខ្មែរ