Pada hari yang sama, seorang pejabat senior Tentara Israel menegaskan bahwa serangannya terhadap Iran direncanakan akan berlangsung setidaknya sebulan lagi.

Sementara itu, serangan balasan yang dilancarkan Iran terhadap negara-negara di kawasan Teluk serta blokade Selat Hormuz sangat berpengaruh terhadap kegiatan eksploitasi dan eskpor minyak mentah di kawasan.

Pada 16 Maret, beberapa negara dan organisasi internasional terus mengimbau kepada pihak-pihak yang terkait untuk mengekang diri dan mendorong solusi-solusi diplomatik untuk mencegah eskalasi konflik di Timur Tengah. Juru bicara (Jubir) Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed al-Ansari, pada hari yang sama menekankan bahwa dialog-dialog diplomatik dengan Iran hanya berlangsung apabila Teheran menghentikan serangan-serangan dengan rudal dan pesawat nir-awak (UAV) terhadap negara-negara Teluk, sekaligus mengimbau Iran segera menghentikan tindakan militer.

Di Moskow, Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia, Sergey Lavrov mengimbau semua pihak terkait untuk menghentikan tindakan permusuhan dan segera mengadakan kembali negosiasi. Menlu Rusia sekaligus menekankan perlunya menghindari serangan-serangan yang mempengaruhi infrastruktur sipil dan menimbulkan korban untuk warga sipil di negara-negara Arab dan Teluk. Rusia juga menyatakan siap mendukung pendorongan satu proses rekonsiliasi apabila diminta para pihak.